Menteri BUMN, Erick Thohir, melalui Rosan Roeslani, menargetkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari BUMN senilai Rp 1 triliun.
Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyatakan pemerintah menargetkan alokasi dana CSR BUMN senilai Rp 1 triliun untuk membantu pemulihan pascabencana, termasuk rehabilitasi hunian, infrastruktur, dan kebutuhan warga terdampak. Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Penguasa DPR.
CSR BUMN Rp 1 Triliun Siap Dukung
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengumumkan bahwa pemerintah telah menargetkan alokasi dana CSR dari seluruh BUMN senilai sekitar Rp 1 triliun untuk mendukung penanganan pascabencana di Sumatera.
Dana CSR ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan berbagai sektor terdampak bencana, mulai dari rehabilitasi hunian warga, perbaikan infrastruktur. Hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir dan longsor.
Selain itu, alokasi dana CSR ini diharapkan mendorong partisipasi aktif BUMN dalam program sosial-ekonomi yang tidak hanya bersifat bantuan darurat. Tetapi juga berperan dalam pemulihan jangka panjang, sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga terdampak dan memperkuat ketahanan komunitas pascabencana.
Alokasi dana CSR ini diharapkan mendorong BUMN berperan aktif tidak hanya dalam bantuan darurat, tetapi juga pemulihan jangka panjang, meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat ketahanan komunitas pascabencana.
CSR BUMN Percepat Pembangunan Fasilitas Publik
Dana CSR BUMN dimanfaatkan untuk membangun berbagai fasilitas penting di wilayah terdampak bencana. Termasuk dapur umum, toilet dan kamar mandi, musala, jaringan wi-fi, serta ruang bermain anak.
Menurut Rosan Roeslani, pemanfaatan dana CSR memungkinkan pemerintah bergerak lebih cepat dalam menangani kebutuhan warga. Karena tidak harus menunggu proses penganggaran yang panjang.
Langkah ini memberikan respons langsung terhadap kebutuhan dasar dan sosial masyarakat terdampak, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga, terutama lansia dan anak-anak.
Baca Juga: Aceh Bangkit Lebih Cepat, 3 Kesepakatan Penting DPR Dan Pemerintah Yang Wajib Kamu Tahu!
Danantara Bangun 600 Huntara di Aceh Tamiang
Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa realisasi dana yang telah dikeluarkan. Untuk pembangunan hunian sementara (huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai sekitar Rp 655 miliar. Pembangunan ini dilakukan oleh Danantara di atas lahan milik PTPN yang telah dibersihkan.
Hingga saat ini, sebanyak 600 unit hunian telah rampung dibangun dan dijadwalkan akan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026. Hunian sementara ini dirancang untuk menampung warga terdampak banjir dan longsor. Memberikan rasa aman, serta mendukung proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan pengerjaan yang masif dan koordinasi lintas BUMN, proyek ini menjadi bukti nyata bagaimana dana CSR dan sumber daya pemerintah dapat dimanfaatkan secara cepat dan terstruktur untuk membantu warga yang membutuhkan pascabencana.
Danantara Targetkan 15.000 Huntara Percepatan Pemulihan
Danantara menargetkan pembangunan total 15.000 unit hunian sementara. Akan tersebar di tiga provinsi terdampak bencana, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Proyek ambisius ini direncanakan selesai dalam waktu tiga bulan ke depan sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Pembangunan masif ini tidak hanya fokus pada jumlah hunian, tetapi juga memastikan kualitas dan kesiapan hunian untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan longsor.
Dengan target tersebut, Danantara berperan penting dalam mempercepat stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat terdampak, serta meminimalkan dampak lanjutan dari bencana.
Jangan lewatkan update berita terbaru diseputaran Penguasa DPR serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari KONTAN
- Gambar Kedua dari VOI