KPK memanggil dua anggota DPR yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi Otoritas Jasa Keuangan.
Keduanya menjadi perhatian publik setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan yang telah dijadwalkan penyidik. Ketidakhadiran tersebut memicu pertanyaan terkait komitmen para tersangka dalam mengikuti proses hukum yang tengah berjalan.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Penguasa DPR.
KPK Tegaskan Panggilan Pemeriksaan Bersifat Wajib
KPK menegaskan bahwa pemanggilan terhadap para tersangka merupakan bagian dari proses hukum yang wajib dipatuhi. Penyidik menyebut ketidakhadiran tanpa alasan sah dapat berimplikasi pada langkah hukum lanjutan. Oleh karena itu, KPK memastikan akan kembali melayangkan panggilan pemeriksaan kepada dua anggota DPR tersebut dalam waktu dekat.
Lembaga antirasuah menekankan bahwa status sebagai pejabat publik tidak memberikan keistimewaan dalam proses hukum. Semua warga negara memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. KPK juga menegaskan komitmennya untuk menuntaskan perkara ini secara profesional dan transparan, tanpa intervensi kepentingan politik.
Dugaan Penyalahgunaan Dana CSR BI-OJK
Kasus ini bermula dari dugaan penyalahgunaan dana CSR yang dikelola oleh Bank Indonesia dan OJK. Dana CSR yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat diduga dialihkan untuk kepentingan tertentu melalui mekanisme yang melibatkan pihak-pihak di luar tujuan awal program.
Penyidik menduga terdapat peran aktif para tersangka dalam memengaruhi penyaluran dana CSR tersebut. Dugaan ini diperkuat oleh temuan aliran dana dan komunikasi yang mengarah pada penyalahgunaan wewenang. Meski demikian, KPK menegaskan bahwa proses pembuktian masih terus berjalan dan akan dikembangkan melalui pemeriksaan saksi serta tersangka.
Baca Juga: DPR Sambut Langkah Pemerintah Naikkan Insentif Guru Honorer Tapi Masih Belum Cukup
Dampak Politik dan Citra Lembaga Legislatif
Ketidakhadiran dua anggota DPR dalam panggilan KPK dinilai berdampak pada citra lembaga legislatif secara keseluruhan. Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan integritas wakil rakyat, kasus ini dinilai memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap DPR. Publik menilai seharusnya anggota legislatif menjadi contoh dalam kepatuhan terhadap hukum.
Pengamat politik menilai absennya tersangka dalam pemeriksaan dapat dibaca sebagai sinyal negatif, meskipun alasan resmi belum disampaikan secara rinci. Situasi ini berpotensi menimbulkan spekulasi publik dan memperkuat persepsi bahwa proses hukum kerap dihindari oleh elite politik. Oleh sebab itu, sikap kooperatif dinilai penting untuk menjaga marwah lembaga dan kepercayaan rakyat.