Bali menghadapi lonjakan volume sampah yang mengkhawatirkan, memicu DPR menekan pemerintah mempercepat pembangunan fasilitas Waste to Energy.
Teknologi ini diharapkan mampu mengolah sampah menjadi energi bersih sekaligus mengurangi tumpukan limbah yang mengganggu pariwisata dan kesehatan masyarakat. Komisi VII DPR menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, investor, dan masyarakat agar solusi ini cepat terealisasi.
Berikut ini Penguasa DPR akan menyelami lebih dalam gejolak politik yang mungkin mengubah arah Pilkada di Indonesia.
DPR Tekan Pemerintah Prioritaskan Waste to Energy di Bali
Bali menghadapi peningkatan volume sampah yang signifikan, membuat Komisi VII DPR mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera memprioritaskan pembangunan fasilitas Waste to Energy (WTE). Politisi menekankan bahwa solusi pengelolaan sampah yang efektif tidak hanya mengurangi tumpukan sampah, tetapi juga dapat menghasilkan energi bersih untuk kebutuhan masyarakat.
Anggota Komisi VII, Andi Prasetyo, menyebutkan bahwa Bali sebagai destinasi wisata utama perlu menangani masalah sampah secara serius agar tidak mengganggu citra pariwisata dan kesehatan lingkungan. “Sampah yang menumpuk tidak hanya mencemari lingkungan, tapi juga berpotensi menimbulkan penyakit dan merusak keindahan pulau,” jelasnya.
Selain itu, WTE dinilai sebagai solusi jangka panjang karena dapat mengubah limbah menjadi energi listrik. Komisi VII DPR menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan investor swasta agar pembangunan fasilitas ini cepat terealisasi.
Bali Terancam Sampah Menumpuk, Penanganan Mendesak
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, volume sampah di pulau ini meningkat hampir 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Sampah organik dan non-organik menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun pinggir jalan, terutama di kawasan Denpasar, Badung, dan Gianyar.
Kondisi ini menyebabkan warga resah karena bau dan risiko kesehatan meningkat, termasuk munculnya penyakit kulit dan gangguan pernapasan. Warga juga mengeluhkan pengangkutan sampah yang sering tertunda akibat kapasitas TPS yang terbatas.
Pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, seperti sosialisasi pengurangan sampah, bank sampah, dan pengelolaan sampah terpadu. Namun, komposisi sampah yang kompleks dan pertumbuhan wisata membuat masalah ini belum terselesaikan secara menyeluruh.
Baca Juga: Ruang Aspirasi Publik Dibuka, Baleg DPR RI Sosialisasi RUU Prioritas 2026
Bali Butuh Waste to Energy Solusi Atasi Sampah
Fasilitas WTE diharapkan menjadi solusi efektif karena mampu mengolah sampah menjadi listrik dan energi alternatif. Teknologi ini tidak hanya mengurangi volume sampah hingga 70 persen, tetapi juga menghasilkan listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan fasilitas publik.
Komisi VII DPR menekankan bahwa pembangunan WTE harus didukung regulasi yang jelas, perencanaan matang, dan pemantauan ketat agar dampak lingkungan tetap minimal. Andi Prasetyo menambahkan, pemerintah harus memastikan teknologi yang digunakan ramah lingkungan dan sesuai standar internasional.
Selain manfaat energi, WTE dapat membuka peluang kerja baru bagi masyarakat setempat. Pekerjaan di fasilitas pengolahan sampah, pemeliharaan teknologi, hingga manajemen energi bisa memberikan kontribusi ekonomi sekaligus membantu pengelolaan lingkungan.
Dorongan Pemerintah dan Dukungan Publik
Pemerintah Provinsi Bali menyambut baik dorongan Komisi VII DPR untuk mempercepat pembangunan WTE. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Ketut Sudarma, menyebutkan bahwa pihaknya sedang melakukan studi kelayakan dan mencari lokasi strategis untuk fasilitas tersebut.
Masyarakat dan organisasi lingkungan juga memberikan dukungan, menyadari pentingnya inovasi pengelolaan sampah demi menjaga pariwisata dan kesehatan. Kampanye pengurangan sampah plastik dan edukasi warga tentang pemilahan sampah menjadi bagian dari upaya awal sebelum WTE dioperasikan.
Dengan kolaborasi antara DPR, pemerintah daerah, investor swasta, dan masyarakat, Bali diharapkan bisa menjadi contoh pengelolaan sampah modern. Komisi VII DPR menekankan bahwa keberhasilan WTE di Bali bisa menjadi model untuk provinsi lain menghadapi tantangan serupa.
Jangan lewatkan update berita seputaran Penguasa DPR serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari news.detik.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com