Anggota DPR meminta radar buatan BRIN dikerahkan ke lokasi longsor Cisarua untuk membantu deteksi tanah dan pencarian korban.
Bencana longsor yang melanda kawasan Cisarua kembali membuka mata banyak pihak tentang pentingnya pemanfaatan teknologi dalam penanganan bencana. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga memicu kekhawatiran akan potensi longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan warga dan tim penyelamat di lapangan.
Berikut ini Penguasa DPR ini akan membahas Anggota DPR meminta radar buatan BRIN dikerahkan ke lokasi longsor Cisarua.
Desakan DPR Gunakan Teknologi BRIN
Anggota DPR menilai pengerahan radar buatan BRIN merupakan langkah strategis yang harus segera dilakukan. Teknologi tersebut telah dikembangkan khusus untuk mendukung mitigasi dan penanganan bencana alam, termasuk tanah longsor, gempa bumi, dan banjir. Dengan kemampuan mendeteksi struktur di bawah permukaan tanah, radar ini dapat memberikan gambaran kondisi medan secara lebih akurat.
Dalam pernyataannya, anggota DPR menekankan bahwa Indonesia memiliki sumber daya peneliti dan teknologi yang tidak kalah dengan negara lain. Oleh karena itu, pemanfaatan hasil riset dalam negeri harus dioptimalkan, terutama dalam situasi darurat yang menyangkut keselamatan masyarakat.
Desakan ini juga menjadi bentuk dukungan politik terhadap BRIN agar hasil inovasi yang telah dikembangkan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar diterapkan di lapangan. Penggunaan radar tersebut diharapkan dapat menjadi bukti nyata bahwa riset nasional mampu menjawab tantangan kebencanaan.
Peran Radar Dalam Deteksi Longsor
Radar buatan BRIN dirancang untuk mendeteksi perubahan struktur tanah dan pergerakan material di bawah permukaan. Teknologi ini mampu membaca indikasi longsor susulan dengan tingkat presisi yang tinggi, sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada petugas dan warga sekitar.
Selain itu, radar juga dapat membantu proses pencarian korban yang tertimbun longsoran. Dengan memetakan kondisi bawah tanah, tim SAR dapat menentukan titik pencarian yang lebih akurat dan mengurangi risiko salah penggalian yang berbahaya.
Keunggulan lain dari radar ini adalah kemampuannya beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem. Di lokasi longsor seperti Cisarua yang rawan hujan dan medan terjal, alat ini dinilai sangat relevan untuk mendukung operasi penyelamatan secara efektif dan aman.
Baca Juga: Farhan Siap Buka Suara Soal Kasus Korupsi Wakil Wali Kota Bandung
Kondisi Lokasi Longsor Cisarua
Kawasan Cisarua dikenal memiliki kontur tanah yang labil dan curah hujan tinggi. Kombinasi faktor alam tersebut menjadikan wilayah ini rawan terjadi longsor, terutama saat musim hujan. Longsor terbaru di kawasan ini menyebabkan akses jalan terputus dan menghambat proses evakuasi.
Material longsoran yang tebal dan luas membuat proses pencarian korban menjadi sangat menantang. Tim di lapangan harus bekerja ekstra hati-hati karena ancaman longsor susulan masih tinggi. Kondisi ini memperkuat urgensi penggunaan teknologi canggih untuk membantu analisis medan.
Warga sekitar pun diliputi rasa cemas. Selain khawatir terhadap keselamatan keluarga, mereka juga berharap proses penanganan bencana dapat berlangsung cepat dan tepat. Kehadiran radar BRIN diharapkan mampu memberikan kepastian dan rasa aman bagi masyarakat terdampak.
Sinergi DPR, BRIN, dan Tim SAR
Permintaan pengerahan radar BRIN mencerminkan pentingnya sinergi antara lembaga legislatif, lembaga riset, dan aparat penanggulangan bencana. DPR berperan mendorong kebijakan dan dukungan anggaran, sementara BRIN menyediakan inovasi teknologi yang dibutuhkan.
Di sisi lain, tim SAR dan BPBD di lapangan menjadi ujung tombak pelaksanaan operasi penyelamatan. Dengan dukungan data dari radar, mereka dapat menyusun strategi evakuasi yang lebih terukur dan aman, sekaligus mengurangi risiko bagi personel.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi model penanganan bencana ke depan. Tidak hanya responsif saat bencana terjadi, tetapi juga preventif melalui pemanfaatan teknologi untuk mitigasi risiko sejak dini.
Harapan Untuk Penanganan Bencana
Kasus longsor Cisarua menjadi momentum evaluasi penanganan bencana di Indonesia. Anggota DPR berharap pemanfaatan radar BRIN dapat menjadi langkah awal penerapan teknologi secara lebih luas dalam sistem kebencanaan nasional.
Dengan teknologi yang tepat, proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan aman. Selain itu, data yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk perencanaan tata ruang dan mitigasi bencana jangka panjang di wilayah rawan longsor.
Ke depan, dukungan berkelanjutan terhadap riset dan inovasi nasional menjadi kunci. Pemerintah, DPR, dan masyarakat diharapkan bersama-sama mendorong pemanfaatan teknologi karya anak bangsa demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari KOMPAS.com
- Gambar Kedua dari Kumparanan.com