Macet parah di Bali kian parah, DPR desak pemerintah membangun akses laut baru untuk atasi krisis transportasi dan kemacetan panjang.
Kemacetan di Bali kembali memuncak, mengganggu aktivitas masyarakat dan pariwisata. DPR menyoroti perlunya jalur laut baru sebagai solusi cepat untuk mengurangi tekanan transportasi darat. Langkah Penguasa DPR ini diharapkan meringankan kemacetan kronis dan meningkatkan kelancaran arus barang serta mobilitas warga di Pulau Dewata.
Macet Parah Di Jalur Penyeberangan Jawa‑Bali
Anggota DPR RI Iman Sukri mendorong pemerintah mengambil langkah strategis menyusul kemacetan parah yang kembali terjadi di jalur penyeberangan Jawa–Bali, khususnya di Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Kekhawatiran ini muncul karena antrean kendaraan sering mengular panjang saat puncak arus lalu lintas.
Iman mengatakan respons terhadap “macet horor” yang berulang itu membutuhkan solusi jangka panjang, bukan penanganan temporer yang hanya mengatasi gejala sesaat. Ia menilai ketergantungan penuh hanya pada jalur Ketapang–Gilimanuk sudah tidak memadai.
Kemacetan juga meluas ke wilayah Bali utara ketika volume kendaraan meningkat, membuat arus balik maupun mudik semakin tersendat. Kondisi ini berdampak pada waktu tempuh dan biaya transportasi masyarakat dan logistik. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak, karena semakin sering terjadi meskipun pemerintah dan pihak pelabuhan sudah mencoba berbagai antisipasi teknis.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
DPR Dorong Akses Laut Baru
Iman menyatakan bahwa saatnya pemerintah serius mempertimbangkan pembangunan alternatif pelabuhan bagi arus kendaraan ke Bali. Ide ini muncul untuk mengurai konsentrasi beban di satu titik penyeberangan saja.
Alternatif pelabuhan bisa membuka rute baru yang mengurangi negatifnya kemacetan di jalur utama saat ini. Ia menekankan masalah kapasitas infrastruktur menjadi akar persoalan kemacetan berkepanjangan.
Usulan itu mencakup pengembangan akses pelabuhan ke Bali utara, termasuk di sekitar kawasan Bangsring dan Situbondo sebagai simpul penyeberangan strategis lainnya. Langkah ini diharapkan bisa memecah konsentrasi arus kendaraan, memberikan alternatif bagi pengendara sehingga penumpukan ekstrem tidak hanya terjadi di satu lokasi.
Baca Juga: Sorotan Tajam Ke PT Universal Glove Medan, Komisi XII Minta Gakkum KLH Turun Tangan
Tantangan Infrastruktur Dan Kapasitas
Kemacetan parah yang terjadi di sekitar Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk kerap disebabkan oleh kapasitas dermaga yang tidak mampu menampung lonjakan volume kendaraan besar. Antrean kendaraan dalam kilometer panjang menunjukkan bahwa infrastruktur saat ini hanya mampu mengelola sebagian kecil dari seluruh arus lalu lintas pada musim puncak.
Sementara peningkatan jumlah kendaraan pribadi dan kendaraan logistik semakin menambah tekanan pada jalur darat dan dermaga yang sudah ada. Beberapa pihak menilai solusi jangka panjang diperlukan untuk memecahkan kendala ini, termasuk perluasan fasilitas pelabuhan dan manajemen transportasi yang lebih baik.
Respon Publik Dan Pemerintah
Respons masyarakat terhadap ide jalur laut baru cukup beragam, dengan sebagian mendukung langkah yang dapat meredakan kemacetan parah. Ini karena manfaat potensialnya bagi wisatawan dan masyarakat lokal yang sering bepergian antar pulau. Namun tantangan pendanaan, studi kelayakan, dan dampak lingkungan tetap menjadi bagian dari diskusi lanjutan antara DPR, pemerintah, dan pemangku kepentingan.
Pemerintah diharapkan segera mengkaji usulan tersebut secepatnya, termasuk kolaborasi antara pusat dan daerah dalam penyusunan kebijakan transportasi lintas pulau. Jika disetujui, proyek akses laut baru ke Bali bisa menjadi solusi infrastruktur penting yang mengubah dinamika transportasi nasional, terutama lintas pulau Jawa–Bali.
Pengaruh Terhadap Pariwisata Dan Ekonomi
Kondisi kemacetan panjang tidak hanya merugikan waktu warga, tetapi juga memengaruhi sektor pariwisata Bali yang sangat bergantung pada mobilitas lancar wisatawan domestik dan mancanegara. Kemacetan di jalur utama penyeberangan dapat menurunkan kenyamanan wisatawan saat tiba atau meninggalkan Bali, memengaruhi reputasi destinasi pariwisata ini.
Jika ada pelabuhan alternatif, arus wisatawan bisa lebih terdistribusi dan bebas dari kepadatan lalu lintas yang merugikan pengalaman perjalanan. Selain itu, peningkatan akses laut dapat berdampak positif bagi logistik, distribusi barang, dan konektivitas antarpulau yang lebih efisien.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.fraksipkb.com
- Gambar Kedua dari www.fraksipkb.com