Pansus TRAP DPRD Buleleng menyegel sebuah bangunan di Pancasari yang diduga memicu banjir, namun pihak Bali Handara membantah keras.
Mereka menegaskan pembangunan telah sesuai prosedur dan tidak menghalangi aliran air. Penyegelan ini bagian dari investigasi pencegahan bencana musim hujan, sekaligus memastikan keselamatan warga.
Berikut ini Penguasa DPR akan menyelami lebih dalam gejolak politik yang mungkin mengubah arah Pilkada di Indonesia.
Penyegelan Bangunan oleh Pansus TRAP DPRD, Bali Handara Bantah
Pansus Tanggap Rencana Antisipasi dan Penanganan (TRAP) DPRD Kabupaten Buleleng, Bali, melakukan penyegelan terhadap sebuah bangunan di kawasan Pancasari yang diduga menjadi salah satu pemicu banjir beberapa waktu lalu. Aksi penyegelan ini dilakukan setelah tim pansus melakukan investigasi lapangan terkait aliran air dan dampak pembangunan di kawasan tersebut.
Bangunan yang disegel diduga tidak memiliki izin resmi dan berpotensi menghalangi aliran sungai maupun saluran drainase di sekitar Pancasari. Langkah penyegelan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga dan mencegah terulangnya banjir di musim hujan mendatang. Aparat setempat turut memantau proses penyegelan untuk memastikan keamanan lokasi.
Meskipun demikian, pihak pengembang, Bali Handara, membantah keras bahwa bangunan miliknya menjadi penyebab banjir. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa semua pembangunan telah mengikuti prosedur teknis dan lingkungan yang berlaku, serta tidak mengganggu aliran air utama di wilayah tersebut.
Penelusuran Pansus TRAP DPRD Buleleng
Pansus TRAP DPRD Kabupaten Buleleng menyatakan bahwa penyegelan merupakan bagian dari investigasi menyeluruh terhadap pembangunan yang berdampak pada lingkungan. Anggota pansus melakukan pemetaan terhadap kawasan rawan banjir dan memeriksa bangunan-bangunan yang dianggap bermasalah.
Hasil awal investigasi menunjukkan adanya beberapa bangunan yang berdiri di dekat saluran air dan sungai kecil. Pansus menekankan pentingnya menindak bangunan ilegal untuk mencegah potensi bencana, khususnya saat musim hujan tiba. Langkah ini diharapkan menjadi peringatan bagi pengembang lainnya agar mematuhi aturan tata ruang dan izin lingkungan.
Ketua Pansus TRAP menegaskan bahwa penyegelan bukan berarti ada kesalahan definitif, tetapi sebagai upaya pencegahan. “Kami ingin memastikan semua pihak bertanggung jawab terhadap pembangunan yang bisa berdampak pada keselamatan warga,” ujarnya.
Baca Juga: Anggota DPR Desak BPJS Segera Aktivasi Darurat Untuk Pasien PBI
Klarifikasi dari Bali Handara
Pihak Bali Handara menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan sepenuhnya sesuai prosedur. Mereka menekankan bahwa bangunan telah mendapat izin resmi dan tidak menghalangi aliran sungai maupun drainase utama di Pancasari.
Manajemen juga menyebutkan bahwa faktor banjir di kawasan tersebut lebih dipengaruhi curah hujan tinggi dan kondisi topografi yang rawan genangan air, bukan akibat aktivitas konstruksi. Bali Handara menyatakan siap bekerja sama dengan pihak pemerintah untuk memastikan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga dan risiko banjir dapat diminimalkan.
Selain itu, perusahaan menekankan akan tetap mematuhi semua peraturan lingkungan dan tata ruang. Mereka mengimbau agar informasi terkait penyegelan tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Upaya Pencegahan dan Mitigasi Banjir Pancasari
Bupati Buleleng bersama tim BPBD dan DPRD mengajak semua pihak untuk meningkatkan koordinasi dalam pencegahan banjir. Pemerintah daerah menekankan pentingnya perbaikan saluran drainase, normalisasi sungai, dan pemantauan kawasan rawan banjir.
Selain itu, edukasi masyarakat terkait mitigasi bencana juga terus dilakukan. Warga diimbau untuk menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, dan melaporkan pembangunan ilegal agar dapat segera ditindak.
Pansus TRAP menegaskan bahwa penyegelan bangunan hanya salah satu langkah. Pemerintah daerah akan terus memantau kondisi lingkungan dan menyiapkan rencana kontingensi jika curah hujan tinggi kembali terjadi. Kolaborasi antara warga, pengembang, dan pemerintah menjadi kunci agar banjir Pancasari tidak terulang di masa mendatang.
Jangan lewatkan update berita seputaran Penguasa DPR serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Utama dari denpasar.kompas.com
- Gambar Kedua dari barometerbali.com